"Pac-Man" Dapat Bayaran Rp 178 Miliar
NEW YORK, KOMPAS.com — Manny "Pac-man" Pacquiao akan mendapat bayaran yang fantastis ketika melawan Shane "Sugar" Mosley pada 7 Mei mendatang di Las Vegas, Amerika Serikat. Meskipun tak ada pernyataan resmi, tetapi petinju kebanggaan Filipina tersebut diperkirakan akan mendapat bayaran 20 juta dollar AS (sekitar Rp 178,200 miliar). Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari apa yang akan diterima Mosley, yang hanya mendapat bayaran senilai 5 juta dollar AS (sekitar Rp 44,550 miliar).
Memang, kubu Pacquiao tidak membeberkan secara spesifik mengenai jumlah bayaran. Tetapi pimpinan staf Pacquiao, Franklin Gacal, mengatakan bahwa bayaran yang diterima petinju berusia 32 tahun itu tak kurang dari 15 juta dollar AS (sekitar Rp 133,650 miliar). Tentu saja ini belum termasuk bayaran PPV (pay-per-view), yang membuatnya akan menerima sekitar 20 juta dollar AS atau lebih, tergantung dari jumlah orang yang mengakses.
Ini mungkin menjadi bayaran tertinggi Pacquiao dalam kariernya sebagai petinju. Meskipun demikian, peraih gelar juara dunia dari delapan kelas berbeda ini ditengarai tak mendapat perlawanan berarti dari lawannya asal Amerika Serikat tersebut.
Menurut Ryan Songalia, satu-satunya anggota warga Amerika keturunan Filipina yang tergabung dalam Boxing Writers Association of America (BWAA), Mosley tidak seeksplosif 10 tahun lalu. Karena itu, Pacquiao mungkin dengan mudah menghadapi duel ini.
"Saya pikir, alasan mengapa Pacquiao menghadapi Mosley adalah karena menyangkut pertarungan indah. Dia tahu bahwa Mayweather berusaha menahan bola dan menunggu Pacquaio sampai tua dan mungkin terluka dalam pertarungan ini, dan setelah itu dia akan menantangnya. Pacquaio tidak akan terluka, dia tetap sibuk, tetap di atas ring, terus menghasilkan uang, sedangkan Mayweather duduk di pinggir menunggu Pacquiao tua," ujar Songalia.
Pacquiao sendiri mengaku masih tetap menunggu Floyd Mayweather. Tetapi dia berharap sang lawan cepat memberikan tantangan, sebelum dirinya memutuskan untuk pensiun (seperti yang diinginkan ibu Pacquiao).
"Belum apa-apa, tetapi hampir (pensiun). Sulit untuk mengatakannya sekarang, tetapi pasti," ujar Pacquiao.
Memang, kubu Pacquiao tidak membeberkan secara spesifik mengenai jumlah bayaran. Tetapi pimpinan staf Pacquiao, Franklin Gacal, mengatakan bahwa bayaran yang diterima petinju berusia 32 tahun itu tak kurang dari 15 juta dollar AS (sekitar Rp 133,650 miliar). Tentu saja ini belum termasuk bayaran PPV (pay-per-view), yang membuatnya akan menerima sekitar 20 juta dollar AS atau lebih, tergantung dari jumlah orang yang mengakses.
Ini mungkin menjadi bayaran tertinggi Pacquiao dalam kariernya sebagai petinju. Meskipun demikian, peraih gelar juara dunia dari delapan kelas berbeda ini ditengarai tak mendapat perlawanan berarti dari lawannya asal Amerika Serikat tersebut.
Menurut Ryan Songalia, satu-satunya anggota warga Amerika keturunan Filipina yang tergabung dalam Boxing Writers Association of America (BWAA), Mosley tidak seeksplosif 10 tahun lalu. Karena itu, Pacquiao mungkin dengan mudah menghadapi duel ini.
"Saya pikir, alasan mengapa Pacquiao menghadapi Mosley adalah karena menyangkut pertarungan indah. Dia tahu bahwa Mayweather berusaha menahan bola dan menunggu Pacquaio sampai tua dan mungkin terluka dalam pertarungan ini, dan setelah itu dia akan menantangnya. Pacquaio tidak akan terluka, dia tetap sibuk, tetap di atas ring, terus menghasilkan uang, sedangkan Mayweather duduk di pinggir menunggu Pacquiao tua," ujar Songalia.
Pacquiao sendiri mengaku masih tetap menunggu Floyd Mayweather. Tetapi dia berharap sang lawan cepat memberikan tantangan, sebelum dirinya memutuskan untuk pensiun (seperti yang diinginkan ibu Pacquiao).
"Belum apa-apa, tetapi hampir (pensiun). Sulit untuk mengatakannya sekarang, tetapi pasti," ujar Pacquiao.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar