Polisi menangkap para pegiat Partai Nasional Bangladesh (BNP) dalam pemogokan bulan lalu
Para pejabat di Bangladesh mengatakan setidaknya belasan orang luka-luka dalam bentrokan antara para pegiat Muslim radikal dan pasukan keamanan.
Mereka mengatakan sedikitnya 10 polisi luka-luka, sebagian luka berat, dalam tindak kekerasan pada saat mogok nasional.Wartawan BBC di Dhaka, Anbarasan Ethirajan, melaporkan ribuan aktivis melakukan unjuk rasa di ibu kota, Dhaka, dan bagian-bagian negara itu. Mereka menentang keputusan pemerintah untuk menghapus frasa "keyakinan dan kepercayaan mutlak pada Allah" dari konstitusi.
Sejumalh kelompok Muslim keras juga memprotes rencana untuk memberikan hak warisan yang sama kepada wanita, yang mereka katakan bertentangan dengan Quran.
Senangkan sekuler
Gambar-gambar televisi menunjukkan ribuan pengunjuk rasa, banyak di antara mereka yang membawa kayu dan batu, bentrok dengan polisi di luar Dhaka.Penangkapan terhadap pegiat dalam mogok nasional bulan lalu di Bangladesh
Lebih 50 orang, termasuk 10 personel kepolisian, luka-luka.
Sekolah-sekolah, bisnis, dan sebagian besar kantor tutup dan angkutan umum terganggu di banyak bagian negara ketika partai-partai Islam melaksanakan pemogokan itu.
Dalam perubahan konstitusi belum lama ini, PM Sheikh Hasina mencoba menyenangkan kalanga radikal dan sekuler.
Perubahan itu mempertahankan Islam sebagai agama negara namun menghapus kata-kata "keyakinan dan kepercayaan mutlak pada Allah" dan memulihkan sekularisme sebagai prinsip negara.
Sumber : Klik !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar