Welcome To EnggakJelaz.blogspot.com

Gak Jelaz

Translate

Change Font

Loading

Senin, 11 Juli 2011

Bentrokan di Bangladesh, belasan luka-luka


Polisi Bangladesh tangkap para pegiat antipemerintah
Polisi menangkap para pegiat Partai Nasional Bangladesh (BNP) dalam pemogokan bulan lalu
Para pejabat di Bangladesh mengatakan setidaknya belasan orang luka-luka dalam bentrokan antara para pegiat Muslim radikal dan pasukan keamanan.
Mereka mengatakan sedikitnya 10 polisi luka-luka, sebagian luka berat, dalam tindak kekerasan pada saat mogok nasional.
Sejumlah partai Islam mengimbau pemogokan 30 jam mulai hari Minggu (10/7) pagi sebagai protes terhadap perubahan konstitusi belum lama ini.
Wartawan BBC di Dhaka, Anbarasan Ethirajan, melaporkan ribuan aktivis melakukan unjuk rasa di ibu kota, Dhaka, dan bagian-bagian negara itu. Mereka menentang keputusan pemerintah untuk menghapus frasa "keyakinan dan kepercayaan mutlak pada Allah" dari konstitusi.
Sejumalh kelompok Muslim keras juga memprotes rencana untuk memberikan hak warisan yang sama kepada wanita, yang mereka katakan bertentangan dengan Quran.

Senangkan sekuler

Gambar-gambar televisi menunjukkan ribuan pengunjuk rasa, banyak di antara mereka yang membawa kayu dan batu, bentrok dengan polisi di luar Dhaka.
Polisi Bangladesh menangkap pegiat oposisi
Penangkapan terhadap pegiat dalam mogok nasional bulan lalu di Bangladesh
Pasukan keamanan menembakkan peluru karet dan menyemprotkan gas air mata serta menggunakan pentungan untuk membubarkan demonstran yang menghadang dan merusak kendaraan.
Lebih 50 orang, termasuk 10 personel kepolisian, luka-luka.
Sekolah-sekolah, bisnis, dan sebagian besar kantor tutup dan angkutan umum terganggu di banyak bagian negara ketika partai-partai Islam melaksanakan pemogokan itu.
Dalam perubahan konstitusi belum lama ini, PM Sheikh Hasina mencoba menyenangkan kalanga radikal dan sekuler.
Perubahan itu mempertahankan Islam sebagai agama negara namun menghapus kata-kata "keyakinan dan kepercayaan mutlak pada Allah" dan memulihkan sekularisme sebagai prinsip negara.

 Sumber : Klik !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar